Showing posts with label Hukum Steno. Show all posts
Showing posts with label Hukum Steno. Show all posts

Beberapa Miskonsepsi Dalam Pengetahuan Dasar Ilmu Geologi




Oleh : R.P. Koesoemadinata
(Guru Besar Teknik Geologi ITB) 
 

 I. Pendahuluan
Pengalaman menguji pada sidang-sidang Ujian Sarjana di Bandung maupun di Yogya ternyata terdapat kekeliruan pengertian yang umum dalam dasar-dasar geologi, yang bersifat fundamental. Hal tersebut disebabkan karenakurangnya si calon sarjana mambaca texbook geologi yang baru, sudah kunonya diktat-diktat geologi, atau adanya salah tafsir atau pengertian geologi yang telah kepalang salah dan berurat akar serta dikomunikasikan secara lisan antara mahasiswa senior ke mahasiswa junior. Lain-lain penyebab adalah adanya pengertian orang awam mengenai geologi yang salah tetapi para mahasiswa geologi ikut-ikutan karena takut disebut nonkonformist. Terakhir adalah perkembangan ilmu geologi dalam methoda walaupun konsep, misalnya “Plate-tectonics”.

Korelasi Stratigrafi



Korelasi Stratigrafi

Korelasi stratigrafi pada hakekatnya adalah menghubungkan titik-titik kesamaan waktu atau penghubungan satuan-satuan stratigrafi dengan mempertimbangkan kesamaan waktu. Adapun maksud dan tujuan dari korelasi stratigrafi adalah untuk mengetahui persebaran lapisan-lapisan batuan atau satuan-satuan batuan secara lateral, sehingga dengan demikian dapat diperoleh gambaran yang menyeluruh dalam bentuk tiga dimensinya. Berikut ini adalah beberapa contoh korelasi stratigrafi yang umum dilakukan antara lain: (1). Korelasi Litostratigrafi,  (2). Korelasi Biostratigrafi,  (3). Korelasi Kronostratigrafi

1  Korelasi Lithostratigrafi

Korelasi litostratigrafi pada hakekatnya adalah menghubungkan lapisan-lapisan batuan yang mengacu pada kesamaan jenis litologinya. Catatan: Satu lapis batuan adalah satu satuan waktu pengendapan.

   
Gambar 8.14  Korelasi litostratigrafi antara batugamping pada kolom “A“ dan batugamping pada kolom “B”

       Contoh: Korelasi Litostratigrafi



   Prosedur dan penjelasan:

1.     Korelasi dimulai dari bagian bawah dengan melihat litologi yang sama.
2.     Korelasikan/hubungkan titik-titik lapisan batuan yang memiliki jenis litologi yang sama (Pada gambar diwakili oleh garis warna hitam).
3.     Konglomerat pada Sumur-1 dikorelasikan dengan konglomerat pada Sumur-2, demikian juga antara batupasir dan batugamping di Sumur-1 dengan batupasir dan batugamping dan lempung di Sumur-2.
4.     Sebaran breksi di Sumur-1 ke arah Sumur-2 menunjukkan adanya  pembajian.
5.     Kemudian dilanjutkan antara napal dan lempung di Sumur-1 dengan napal dan lempung di Sumur-2.

Featured post

Bio Mining Masa Depan Tambang Hijau

Kondisi Penambangan saat ini ( sumber ) Pada saat ini penambangan sumber daya alam selalu bertentangan dengan lingkungan alam. Penamb...