Dibalik
indah dan menariknya Pantai Prigi, Trenggalek ternyata menyimpan potensi
sumberdaya alam yang besar. Potensi ini berupa logam emas dan tembaga yang
tersebar di sekitar lokasi Pantai Prigi , Trenggalek. Diantara terjalnya perbukitan
dan indahnya Pantai Prigi disinilah letak potensi logam tersebut. Pada sekitar
tahun 2009 hingga 2014 bahkan perusahaan Australia mengajukan ijin usaha
pertambangan ke pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk melakukan kegiatan
eksplorasi di sekitar Pantai Prigi. Hal ini karena potensi logam emas dan
tembaga ini sangat besar dan tersebar dari ujung barat pulau jawa hingga pulau
Sumbawa di Nusa Tenggara. Jalur ini disebut dengan jalur mineralisasi logam
emas dan tembaga. Mulai dari Cibaliung di Banten,Pongkor di Bogor, Ciemas di
Sukabumi, hingga penemuan tambang emas yang terbaru Tumpang Pitu di Banyuwangi
sampai Batu Hijau dan Elang di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Potensi emas
yang tersebar di Pantai Selatan inilah yang menjadi incaran perusahaan asing di
Indonesia.
Artikel Tentang Dunia Geologi, Eksplorasi, Energi, dan Sumberdaya Alam
Labels
Geologi
Tambang
Stratigrafi
Eksplorasi
Malang
Cebakan Mineral
Energi
Fisiografi
Geotermal
Jawa Timur
Sedimen
Karst
gas
logam
peta geologi
CBM
Showing posts with label Cebakan Mineral. Show all posts
Showing posts with label Cebakan Mineral. Show all posts
Bio Mining Masa Depan Tambang Hijau
| Kondisi Penambangan saat ini (sumber) |
Pada
saat ini penambangan sumber daya alam selalu bertentangan dengan
lingkungan alam. Penambangan selalu dituding sebagai salah satu
pembuat kerusakan alam. Salah satu yang sering kali menganjalan
adalah masalah kehutnan dan sumber air baku. Penambangan sering
mengunakan lahan hutan sebagai tempat penambangan seperti di pulau
Kalimantan dan Sulawesi. Masalah ini sering kali terjadi pada
penambangan terbuka, yang merubah hutan dan organisme yang hidup di
lingkungan tersebut.
Di
masa depan operasi penambangan diharapkan berubah menjadi lebih hijau
dengan menggunakan teknologi dan energi yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu inovasi di dunia pertambangan yaitu menggunakan biomining
sebagai salah satu metode penamabangan. Sehingga di masa depan
operasi pertambangan akan lebih aman berkurang dan lebih
berkelanjutan.
Potensi Mineral Emas Di Kabupaten Malang
Pendahuluan
Secara geologi Pulau jawa bagian selatan merupakan daerah yang terbentuk akibat adanya Gunung api purba. Selain menyuburkan tanah di bagian Selatan, Gunung Api Purba ini juga menghasilkan Endapan Mineral logam berupa Emas , Perak, dan Tembaga. Sepanjang Jalur selatan ini ditemukan berbagai tambang emas yang ekonomis antara lain : Cibaliung (Banten) , Cikotok (Sukabumi) , Pongkor (bogor) , Ciemas (Sukabumi) dan Tumpang Pitu (Banyuwangi).Perbedaan Tipe Endapan Mineral
Lingkungan pembentukan endapan mineral
Endapan Early Magmatik
Genesa
: Endapan yang terbentuk pada saat awal kristalisasi magma akibat diferensiasi magma, magma mixing, atau asimilasi magma atau yang disebut orto
magmatic. Dapat terbentuk oleh proses segregasi, diseminasi,
atau injeksi material yang terdiferensiasi.
Tahapan Eksplorasi
Tahapan Eksplorasi
Eksplorasi pada cebakan – cebakan mineral
selalu dilakukan secara bertahap. Sistem bertahap ini dilakukan untuk
mengurangi suatu resiko eksplorasi. Selain itu sistem ini dihubungkan dengan
metode eksplorasi yang digunakan.
Pengertian Eksplorasi
Eksplorasi
Eksplorasi
adalah kegiatan teknis ilmiah untuk mencari tahu suatu area, daerah, keadaaan ,
ruang yang sebelumnya tidak diketahui keberadaan akan isinya. Eksplorasi yang
ilmiah akan memberikan sumbangan terhadap khazanah ilmu pengetahuan. Eksplorasi
tidak hanya dilakukan disuatu daerah, dapat pula di kedalaman laut yang belum
pernah dijelajah, ruang angkasa, bahkan wawasan alam pikiran (eksloration of the mind) (Koesoemadinata,
2000)
Desain dan Perencanaan Eksplorasi
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, pekerjaan eksplorasi dilakukan
dengan tujuan untuk mendapatkan data mengenai endapan (bentuk, penyebaran,
letak, posisi, kadar/kualitas, jumlah endapan, serta kondisi-kondisi geologi).
Pekerjaan eksplorasi ini harus telah selesai dilakukan sebelum memasuki tahapan
perencanaan penambangan.
![]() |
| Tahapan eksplorasi penngeboran |
Pentahapan-pentahapan
kegiatan dalam suatu industri pertambangan (mulai dari eksplorasi, penambangan,
s/d pengolahan) perlu dilakukan dan sebaiknya saling berkesinambungan, karena
industri pengelolaan pertambangan ini mempunyai sifat-sifat, antara lain : mempunyai
resiko tinggi , memerlukan
modal yang besar ,teknologi yang
tidak sederhana,
serta
memerlukan pengelolaan yang baik.
Endapan Mineral Tipe Skarn
Pengertian
§ Skarn adalah sebuah
terminology pada dunia pertambangan untuk mengidentifikasikan suatu lapisan seperti
seam yang berwarna gelap (kehitaman) akibat dari adanya intrusi (terobosan)
oleh fluida pembawa bijih.
§ Endapan skarn juga dikenal
dengan beberapa terminology lain, yaitu : hydrothermal metamorphic, igneous
metamorphic, dan contact metamorphic.
§ Umumnya terbentuk (namun tidak
selalu) pada kontak antara intrusi plutonik dengan batuan induk (country rock)
karbonat.
§ Temperatur pembentukan endapan
skarn ini berkisar sekitar 650-440 °C.
§ Beberapa mineral bijih (oksida
ataupun sulfide) dan fluorite biasanya muncul (terbentuk) pada lingkungan skarn
ini.
§ Umumnya dijumpai fluorite
(CaF2) mendukung pendapat bahwa silika dan beberapa logam bereaksi dengan
batuan gamping.
Endapan Mineral Early Magmatic Kromit
Pendahuluan
Endapan early magmatic adalah endapan mineral yang berasal dari pembekuan magma, jadi endapan mineral bijih ini berasal dari unsur – unsur yang terkandung dalam magma lalu magma tersebut mengalami pembekuaan sehingga unsur – unsur metal tersebut terakumulasi sehingga menjadi endapan mineral yang ekonomis. Endapan mineral ini memiliki karakteristik yaitu: berasosiasi dengan batuan beku intrusif dalam atau menengah (plutonik) dengan jenis batuan basa dan ultrabasa, terakumulasi pada sebagian atau seluruh tubuh batuan beku, terbentuk dari kristalisasi magma yang terkonsentrasi akibat diferensiasi magma, magma mixing, atau asimilasi magma, dan sering disebut sebagai
endapan otrhomagmatik. Unsur – unsur yang terkandung dalam magma biasanya
terdiri dari unsur – unsur PGM ( Ni, Cu, Ti, V, Cr, intan, dan sedikit Fe) dan
unsur – unsur REE ( Nb, Zr, Li, Be, B, U, W, Sn, dan Ta) dari unsur – unsur
inilah yang menghasilkan mineral bijih dari tipe endapan early magmatic.
![]() |
Gambar 1. Proses Segregation
mineral
bijih yang dihasilkan oleh tipe ini contohnya : kromit, magnetit, dan lain –
lain. (Basuki 2011)
|
Proses pembentukan tipe endapan early magmatic terbagi menjadi 2 jenis yaitu : diseminasi atau
kristalisasi sederhana yaitu kristalisasi sederhana magma - dalam (deep seated magma) akan menghasilkan
batuan beku granular, dimana kristal yg terbentuk di awal akan tersebar
seluruhnya dan geometri endapan ini adalah intrusif seperti dike, pipe atau
stock, berukuran besar. Yang ke - 2 adalah segregation (gambar 1) yaitu proses
kristalisasi magma akibat gravitasi pada pembekuaan awal, jadi mineral yang
terbentuk lebih dulu akan jatuh ke bawah dalam larutan magma karena perbedaan
densitas sehingga mineral bijih tersebut akan terakumulasi di bagian bawah
dapur magma, geometri dari endapan mineral ini adalah umumnya lentikular dan
relatif berukuran kecil, biasanya berupa disconnected
pod-shape lenses, stringer, & buches, dan kadang - kadang membentuk
layer dalam host rock. Mineral bijih
yan dihasilkan oleh tipe endapan ini contohnya adalah kromit, magnetit, mineral
PGM, intan, dll.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Featured post
Bio Mining Masa Depan Tambang Hijau
Kondisi Penambangan saat ini ( sumber ) Pada saat ini penambangan sumber daya alam selalu bertentangan dengan lingkungan alam. Penamb...
loading..



