Showing posts with label Geologi. Show all posts
Showing posts with label Geologi. Show all posts

Tantangan di Tahun 2016 Bagi Geologis

Kerasnya studi lapangan

Tahun 2015 telah terlewati berbagai kejadian menarik terjadi selama tahun 2015. Mulai dari bangkitnya industri shale oil dan gas amerika, konflik ISIS - Suriah, terorisme di Paris, terjunnya harga minyak mentah, dunia  melemahnya ekonomi china, serta turunya harga komoditas logam seperti emas, tembaga, nikel, besi dan alumunium. Hal  ini sanggat berdampak luar biasa terhadap kegiatan eksplorasi mineral dan energi. Bahkan kondisi ini mengakibatkan bangkrut dan tutupnya perusahaan tambang tambang di indonesia. Di tahun ini pula salah satu tambang emas dunia indonesia Freeport membuat gaduh istana mengenai perpanjangan kontrak yang berakhir tahun 2011. Di bidang Minyak dan gas pengembangan FLNG (Floating Liquid Natural Gas) di Masela, Maluku terancam ditunda, hal ini menambah ketidakpastian dalam industri minyak nasional. Setelah mengalami masa - masa mengesankan , dunia eksplorasi mengalami kejatuhan. inilah dunia kadang di atas kadang dibawah. Bagaimana kita menghadapinya di saat saat sulit.

1. Back to school / Kembali ke riset

Kembali sekolah mungkin jadi pilihan.

Menghadapi lesunya kegiatan eksplorasi dan produksi sebagian geologis memilih untuk melanjutkan studi lanjut S-2 maupun S-3. sambil menunggu kembalinya permintaan logam dan energi dunia. di saat lesu ini akan sangat sulit bagi geologis untuk melakukan kegiatan explorasi. kegiatan ekplorasi seperti pemboran, survei seismik, maupun kegiatan yang memakan dana yang sangat besar akan ditunda bahkan dibatalkan. dengan kondisi saat bearish akan banyak perusahaan kontraktor yang akan gulung tikar. Perushaan penyedia servis kegiatan eksplorasi akan pertama terdampak. Perusahan ini antara lain peyedia layanan pemboran , well logging, penyedia semen pemboran, jasa survei seismik, graviti, maupun magnetotulerik. Lapangan dengan kondisi sulit seperti lapangan deep water , unconventional oil , tight oil, sand oil akn tutup. Sedangkan pertamabangan dengan akses sulit, cadangan yang tidak terlulau besar akan jatuh.

10 Gaji Tertinggi di Dunia Pertambangan



Ilustrasi Tambang Terbuka (sumber gambar : freeimages.com).

Tambang merupakan salah satu dari bisnis yang menarik banyak orang. Banyak yang tertarik dengan gaji yang ditawarkan. Bisnis di pertambangan sendiri memiliki risiko yang cukup besar dengan pendapatan yang tinggi juga. Salah satu yang mengakibatkan yaitu sering kali di dunia tambang kita bekerja di remote area / pedalaman dengan fasilitas yang minim. Wilayah pertambangan mulai dari hutan tropis di Kalimantan, kawasan kutub es di norwegia, Gurun panas dan kering di tanah arab, hingga di pegunungan tertinggi di dunia seperti di tambang Freeport Papua. Kondisi yang ekstrim ini mengakibatkan dunia tambang memiliki tantangan dan kondisi yang membutuhkan teknologi luar biasa. Dengan risiko yang besar inilah dunia tambang membayar pekerjanya dengan gaji yang tinggi.

Berikut daftar sepuluh profesi di dunia tambang dengan gaji tertinggi :

Menyingkap Harta Tersembunyi di Pantai Prigi , Kabupaten Trenggalek



 
Perbukitan Selatan Pulau Jawa Di Trenggalek

Dibalik indah dan menariknya Pantai Prigi, Trenggalek ternyata menyimpan potensi sumberdaya alam yang besar. Potensi ini berupa logam emas dan tembaga yang tersebar di sekitar lokasi Pantai Prigi , Trenggalek. Diantara terjalnya perbukitan dan indahnya Pantai Prigi disinilah letak potensi logam tersebut. Pada sekitar tahun 2009 hingga 2014 bahkan perusahaan Australia mengajukan ijin usaha pertambangan ke pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk melakukan kegiatan eksplorasi di sekitar Pantai Prigi. Hal ini karena potensi logam emas dan tembaga ini sangat besar dan tersebar dari ujung barat pulau jawa hingga pulau Sumbawa di Nusa Tenggara. Jalur ini disebut dengan jalur mineralisasi logam emas dan tembaga. Mulai dari Cibaliung di Banten,Pongkor di Bogor, Ciemas di Sukabumi, hingga penemuan tambang emas yang terbaru Tumpang Pitu di Banyuwangi sampai Batu Hijau dan Elang di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Potensi emas yang tersebar di Pantai Selatan inilah yang menjadi incaran perusahaan asing di Indonesia. 

Melihat Banjir Sitiarjo Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Dari Sisi Geologi

Banjir akibat meluapnya Sungai Penguluran Sitiarjo
Seiring dengan datangnya musim hujan, bencana kembali melanda daerah Malang Selatan. Kali ini banjir melanda Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan , Kabupaten Malang. Banjir ini diakibatkan oleh meluapnya aliran Sungai Penguluran yang membelah desa ini. Banjir Sungai Penguluran ini mengulang kejadian banjir bandang yang terjadi di tahun 2013. Banjir dari meluapnya Sungai Penguluran ini mengindikasikan terjadi kerusakan di daerah hulu Sungai Penguluran. Bencana kali ini memutus jalan menuju Desa Sitiarjo dan membuat belasan rumah terendam banjir.


Lokasi Desa Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang
Lokasi Desa Sitiarjo

Secara lokasi Desa Sitiarjo terletak di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Bagian barat berbatasan dengan Desa Sidodadi, bagian utara Desa Sumber Agung, Sedangkan bagian timur berbatasan dengan Desa Tambakrejo dan Desa Kedung Banteng. Sedangkan di sebelah selatan berbatasan langsung dengan Laut Indonesia.

Awas Bahaya Bencana di Kabupaten Malang

Bencana Lonsor di daerah Pujon (sumber).
Kabupaten Malang memiliki banyak area rawan bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor pada musim penghujan kali ini. Mengantisipasi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, menyiagakan Komunikasi Mobile (Komob) dan Modular Office untuk memantau daerah rawan bencana alam.

Kepala BPBD Kabupaten Malang Hafi Lutfi mengatakan, terdapat dua unit Komob dan satu unit Modullar Office yang telah bersiaga di Kantor BPBD Kabupaten Malang. “Keberadaan dua fasilitas ini sangat membantu kami dalam hal penanganan bencana alam, utamanya yang berada di daerah pelosok,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.

Dia menjelaskan, Komob dan Modular Office merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk dua unit mobil Komob, dikatakannya, berfungsi membangun komunikasi di daerah yang mengalami putusnya komunikasi secara total, akibat terjadinya bencana alam.

PT Pertamina Geotermal Energi Siap Produksi Listrik Dari PLTP Karaha Bodas Tahun 2015

Pembangkit Listrik Geotermal Di Gunung Salak , Jawa Barat (Ilustrasi)
PT. PGE Karaha Bodas dipastikan mulai beroperasi pada akhir tahun 2015 mendatang. Rencana ini sesuai dengan tahapan yag telah berjalan mulai dari tahapan persiapan, tahapan produksi telah dilaksanakan dan memberikan hasil yang memuaskan. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Karaha Bodas ini terletak di wilayah Kadipaten, Kabupaten Taskmalaya. Keberadaan pembangkit listrik ini diharapkan dapat menambah pasokan listrik di jaringan Jawa-Madura-Bali. Rencananya uji coba kali ini akan dioperasikan sebesar 30 MegaWatt dengan menggunaka jalur yang sudah ada di wilayah Kecamatan Cilau, Kabupaten Garut.

Potensi Kaolin di Indonesia

Mineral Kaolinit (sumber)
Kaolin merupakan masa batuan yang tersusun dari material lempung dengan kandungan besi yang rendah, dan umumnya berwarna putih atau agak keputihan. Kaolin mempunyai  komposisi hidrous alumuniumsilikat (2H2O.Al2O3.2SiO20 dengan disertai mineral peserta. 

Proses pembentukan kaolin dapat terjadi melalui proses hidrotermal alterasi batuan beku felspartik. endapan kaolin ada dua macam yaitu hasil endapan residual dan sedimentasi. Mineral yang termasuk dalam kelompok kaolin antara lain : Kaolinit, Nakrit, dikrit dan Halloysit (Al2(OH)4SiO5.2H2O), yang mempunyai kandungan air lebih besar dan umumnya membentuk endapan tersendiri.

2 Orang Geologis jadi Menteri di Kabinet Kerja Presiden Jokowi

Ahli Geologi menyumbangkan 2 orang sebagai Menteri di kabinet Jokowi. Sua orang yang mewakili ini merupakan lulusan dari jurusan Teknik Geologi. 2 orang ini adalah Indroyono Soesilo yang menjabat sebagai Menteri Koordinator kemaritiman salah satu menko yang baru dibentuk dan Basuki Hadi Muljono sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Berbeda dengan biasanya lulusan geologi banyak berkecimpung di dunia energi dan sumberdaya alam tetapi kali ini dua orang menteri dari geologi yang ditunjuk bukan untuk mengurusi masalah energi dan sumber daya alam.

Profil Indroyono Soesilo



Indroyono Soesilo lahir di Bandung  27 Maret 1955 , Indroyono menempuh pendidikan S 1 di Teknik Geologi ITB tahun 1973 dan lulus di tahun 1979. setelah lulus dari ITB Indroyono kemudian bekerja sebagai peneliti di Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi tahun 1981. Pada tahun 1981 Indroyono kemudian melanjutkan studi master ke  Universitas Michigan, Amerika Serikat di bidang remote sensing (Pengindraan Jarak Jauh)/Remote Sensing for Natural Resources.

Potensi Tambang Emas Bukit Tujuh (Tumpang Pitu), Banyuwangi, Jawa Timur




Penemuan endapan emas dan tembaga di bukit tujuh / tumpang pitu menarik tentang penelitian endapan mineral logam di sepanjang pantai selatan jawa. Seperti diketahui sepanjang pantai selatan jawa ini mengandung potensi mineral logam emas, perak, dan tembaga. Sayangnya eksplorasi di bagian timur jawa kurang berkembang dibandingkan di bagian barat pulau jawa yang berhasil menemukan cadangan deposit ekonomis mulai dari cibaliung, pongkor, ciemas, cikotok, pengalengan, dan bunikasih. 

Pada tahun 2006 di daerah tumpang pitu , banyuwangi, ditemukan endapan mineral logam emas dengan kandungan sebesar 22.000 ton. Perusahaan yang melakukan penyelidikan eksplorasi ini yaitu PT. Indo Multi Niaga (IMN). ijin eksplorasi mineral logam emass dan ikutanya dikeluarkan oleh Bupati Banyuwangi yang saat itu dijabat oleh Ratna Ani Lestari dan diregistrasi dengan Nomor 188/57/KP/429.012/2006 pada tanggal 23 Maret 2006. Tapi pada tahun PT. Indo Multi Cipta mengajukan surat nomo 07/IMC/VII/2006  untuk memindahkan ijin eksplorasi kepada PT indo Multi Niaga (IMN). Permohonan ini dikabulkan oleh bupati banyuwangi dengan menerbitkan Surat Keputusan Kuasa Pertambangan atas nama  PT. Indo Multi Niaga tanggal 16 februari 2007 dengan nomor registrasi 188/05/KP/429.02/2007.

Pt Indo Multi Niaga diwajibkan melakukan kegiatan eksplorasi dengan berpedoman pada peraturan Undang – undang yang berlaku. Cebakan mineral emas ini diketemukan berdasarkan pemboran eksplorasi sebanyak 14 lubang bor dengan kedalaman total 4.100 meter pada KP eksplorasi PT Imn seluas 11.621,45 ha atau 116,21 km 2. Cebakan emas ini diketemukan dalam bentuk urat – urat kuarsa pada batuan volkanik yang diterobos oleh intrusi batuan diorit, andesir, granodiorit, dan dasit. Fenomena cebakan urat ini banyak ditemukan di sepanjang pantai selatan jawa seperti cikotok, pongkor, cemas, dan cibaliung Banten. Berdasarkan studi  geologi cadangan mineral bijih mencapai 9.600.00 ton dengan kadar rata rata emas 2,3 pp, dengan cadangan emas sebesar  230,8 ton. Selain cebakan emas primer dari urat kuarsa , potensi mineral emass juga didapat dari cebakan mineral sekunder/ plaser. Keberadaan mineral emas ini berada di sekitar kawasan perhutani.

Lokasi Tumpang Pitu, Banyuwangi

Lokasi Tambang Emas Bukit Tujuh (Tumpang Pitu) Banyuwangi, Jawa Timur
 Tujuh Bukit (Tumpang Pitu ) berada di kecamatan Pesangrahan, Kabupaten Banyuwangi. sekitar 250 km dari kota Surabaya, Ibukota provinsi Jawa Timur. secara Koordinat berada di sekitar 8 35 20 S dan 114 01 08 N. Desa terdekat dengan lokasi tambang tumpang pitu ini berada di Desa sumberagung. Selain itu lokasi tambang emas tumpang pitu ini dekat dengan lokasi wisata Pantai Merah. dan diapit oleh 2 hutan suaka margasatwa Baluran dan Meru Betiri. Ijin penambangan sendiri terdiri dari dua ijin yaitu eksplorasi dan eksploitasi. sebagian besar lokasi merupakan kawasan Hutan Lindung, sawah , dan kebun milik warga sekitar.

Sejarah Eksplorasi

Daerah ini dieksplorasi pertama kali oleh PT. Hakman Platina Metalindo dan teman usaha  Golden Valley mines dari Australia. Golden Valley mengidentifikasi adanya potensi di daerah tumpang pitu dan Salakan berupa  endapan tipe porfiri yang dilakukan pada tahun 1997 - 1998. kemudian dilakukan survei geokimia yang intens dan pemboran eksplorasi dengan 5 titik selama maret - Juni 1999. Pada februari 2000 Placer Dome masuk melalui Golden Valley dengan memiliki saham 51% dan bertanggung jawab atas operasional kegiatan eksplorasi. Kemudian dilanjutkan dengan survei IP dan geokimia yang selesai antara april - may 2000. Hasil dari Ip resisstivity memiliki kaitan antara anmali resitivitaas dengan zona urat vuggy quartz. saynagnya Placer kemudian menarik diri dari Tumpang Pitu akibat jatuhnya harga mineral logam di pasar internasional, ketidakstabilan politik, dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia.

Pada juni 2006 Hellman dan schofield pty berkerjasama dengan IMN sebagai investor dan yang bertangung jawab atas kegiatan eksplorasi berdasarkan Kode JORC (Joint Ore Reserve Committe).

Geologi Regional Cekungan Jawa Barat Utara (North West Java Basin)


Gambar 1. Lokasi Cekungan Jawa Barat Utara
Cekungan Jawa Barat Utara (North West Java Basin) merupakan salah satu cekungan yang terbukti memiliki kandungan minyak bumi. Cekungan ini sekarang dikelola oleh PT Pertamina. Cekungan Jawa Barat Utara terletak memanjang di bagian utara sejajar dengan pantai utara Jawa Barat. Di bagian utara dibatasi oleh Paparan sunda, bagian selatan oleh Cekungan Bogor, bagian timur oleh daerah pengangkatan Karimun Jawa dan bagian barat oleh Cekungan Sumatra Selatan.

Pada Cekungan Jawa Barat Utara terdapat dua sub cekungan utama, yaitu Cekungan Ardjuna dan Cekungan Sunda. Selain itu juga terdapat sub-sub cekungan lain, diantaranya Cekungan Ciputat, Pasir Putih, Vera, Billiton dan Jatibarang dengan tinggian-tinggian Tangerang, Rengasdengklok, Pamanukan dan Arjawinangun di antara sub-sub cekungan tersebut (Asril Sjahbuddin, 1985). 

Fosil Homo Sapiens di Gua Harimau, Leluhur Masyarakat Sumatera ?


Gua Harimau di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) , Sumatera Selatan (Sumber)

Beberapa saat sebelum menemukan fosil pithecanthopus erectus thn 1891 di trinil , Ngawi jawa timur Eugene Dubois dokter belanda sempat menelusuri jejak manusia purba di Payakumbuh ,Sumatera. Walaupun tidak berhasil ditemukan karena hanya menemukan fosil fosil hewan.

Kekosongan jejak manusia di sumatera akhirnya terjawab ketika warga desa padang bindu , semidang aji, Ogan Komering Hulu, sumatera selatan menemukan kerangka manusia di goa harimau thn 2008. Setahun kemudian Pusat Arkeologi Nasional mengekskavasi goa tersebut dan menemukan kuburan massal Homo Sapiens.

Tersesat ke Jalan yang Benar, Geologi

Tersesat ke Jalan yang Benar, Geologi

Tulisan Heru Hendarto , Alumni Teknik Geologi UGM
Geolog mendeskripsi batuan (sumber : freeimages.com)

Geologi? Binatang apa sih itu? Itulah pertanyaan yang banyak ditujukan ke saya dahulu saat nekat mengarsir kolom pilihan jurusan ini saat mengikuti UMPTN. Tak tanggung-tanggung bahkan ibu saya pun meragukan ‘keberadaan’ jurusan ini. “Lha, jurusan apa itu? Nanti kerjanya kayak apa?”, tanya beliau sambil mendelik. Namun maaf saja, tidak seperti sebagian mahasiswa lain yang terdampar di geologi karena blind date, saya sendiri merasa sudah cukup paham binatang apa itu geologi.  Jadi, tidak hanya ekstra telaten mempelajari susunan mata kuliah bermodalkan buku kurikulum kampus yang saya pinjam, saya pun sudah melakukan wawancara dengan beberapa senior yang kebetulan kuliah di geologi. Dengan modal reconnasissance awal itu, mata saya pun lebih terbuka tentang apa-apa yang dipelajari nantinya selama kuliah jika saya masuk ke jurusan itu. Tentu saja, saya juga sudah tahu bahwa hampir semua hitungan yang berat-berat dalam geologi di-convert dan disajikan dalam bentuk tabel dan chart. Jadi, kita tinggal mem-plot-kan saja titik perpotongan dari sumbu-sumbunya dan nilai itulah yang kita ambil. Seberapa akurat kah hasilnya itu? Yah, beda sepuluh-dua puluh persen dalam geologi adalah sah-sah saja, apalagi jika chart yang kita gunakan adalah hasil fotokopian textbook yang kesekian kali turunan sehingga skalanya pun sudah mulur-mulur tidak karuan. Idealnya sih, menurut textbook yang saya baca, seorang geologist adalah seorang yang awalnya juga ahli di bidang biologi, fisika, kimia dan matematika. Dan well, saya tidak ahli di bidang itu satupun kecuali agak sedikit nyangkut di biologi (itu pun banyakan hapalnya di pelajaran reproduksi he). Jadi sebenarnya motivasi saya masuk geologi cukup jelas : “Saya senang naik gunung dan saya tidak jago sama sekali dalam ilmu pasti namun sangat ingin sekali menyandang gelar Sarjana Teknik biar keren”.

Potensi Geotermal Songoriti Batu - Malang Segera Dilelang

Pemerintah melalui kementrian esdm siap melakukan lelang 9 Wilayah Kerja Panas Bumi yang dilakukan gubernur, bupati dan kepala daerah.  Wilayah kerja tersebut salah satunya adalah WKP Songgoriti Batu (Sumber).


Lokasi Potensi Panas Bumi Songgoriti - Batu yang dipenuhi Bangunan Hotel dan Wisata

Tektonik Cekungan Kutai

 Tektonik

Cekungan Kutai di sebelah utara berbatasan dengan Bengalon dan Zona Sesar Sangkulirang, di selatan berbatasan dengan Zona Sesar Adang, di barat dengan sedimen-sedimen Paleogen dan metasedimen Kapur yang terdeformasi kuat dan terangkat dan membentuk daerah Kalimantan Tengah, sedangkan di bagian timur terbuka dan terhubung denganlaut dalam dari Cekungan Makassar bagian Utara.

Sejarah Tektonik Pulau Kalimantan


Basement pre-Eosen

Bagian baratdaya Kalimantan tersusun atas kerak yang stabil (Kapur Awal) sebagai bagian dari Lempeng Asia Tenggara meliputi baratdaya Kalimantan, Laut Jawa bagian barat, Sumatra, dan semenanjung Malaysia. Wilayah ini dikenal sebagai Sundaland. Ofiolit dan sediment dari busur kepulauan dan fasies laut dalam ditemukan di Pegunungan Meratus, yang diperkirakan berasal dari subduksi Mesozoikum.

Potensi Kebencanaan Di Malang Raya

Bencana merupakan hasil interaksi alam dengan manusia. Ketika peristiwa geologi tidak mempengaruhi dan merugikan manusia maka hal tersebut dengan kegiatan alam biasa. Sedangkan peristiwa geologi yang mengakibatkan kerugian bagi manusia disebut bencana alam. Peristiwa geologi ini tidak dapat kita cegah atau tunda tapi hanya dapat kita hindari dan antisipasi sebelum terjadinya peristiwa geologi tersebut. Ilmu ini dinamakan dengan mitigasi bencana. Mitigasi bencana yang baik akan menghasilkan korban dan kerugian yang kecil. Sehingga diperlukan pengetahuan dan pemahaman mitigasi bencana yang baik di masyarakat.
Malang Raya yang terletak di Provinsi Jawa timur selain memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa juga menyimpan potensi bencana geologi. Berbagai potensi bencana mengancam di daerah Malang Raya.

Stratigrafi Regional Karanganyar , Jawa Tengah


Stratigrafi daerah penelitian telah banyak ditulis oleh peneliti terdahulu (Djuri dkk.,  1996). Stratigrafi daerah ini tersusun oleh batuan yang berumur dari Tersier hingga Kuarter, yang terdiri atas Formasi Rambatan; Formasi Halang; batuan terobosan; Formasi Kumbang; Formasi Tapak; Formasi Kalibiuk; Anggota Atas dan Bawah; Formasi Ligung; Satuan Tuff; Satuan Lava Andesit; Satuan Klastika Gunungapi, Satuan Batuan Hasil Gunungapi Tak Terpisahkan, dan satuan yang dianggap sebagai satuan paling muda adalah Endapam Danau dan Satuan aluvial

Stratigrafi Geologi Malang Selatan

Geologi Malang Selatan termasuk dalam old andesit formation ( perbukitan selatan jawa). Batuan pembentuknya terdiri dari endapan gunung api tua yang telah mati. Endapan gunune api purba ini memanjang dari jawa barat hingga jawa timur. Hasil endapan ini biasanya mengandung potensi logam yang besar antara lain : emas, perak , besi , dan lain - lain.

Geologi Pulau Kalimantan

Pulau Kalimantan berada dibagian tenggara dari lempeng Eurasia. Pada bagian utara dibatasi oleh cekungan marginal Laut China Selatan, di bagian timur oleh selat Makassar dan di bagian selatan oleh Laut Jawa.

Geologi Pulau Kalimantan dapat dibagi menjadi beberapa bagian antara lain:

Geomorfologi



A.  Pengertian Geomorfologi

Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi dan perubahan-perubahan yang terjadi pada bumi itu sendiri. Geomorfologi biasanya diterjemahkan sebagai ilmu bentang alam. Mula-mula orang memakai kata fisiografi untuk ilmu yang mempelajari tetang ilmu bumi ini, hal ini dibuktikan pada orang-orang di Eropa menyebut fisiografi sebagai ilmu yang mempelajari rangkuman tentang iklim, meteorologi, oceanografi, dan geografi. Akan tetapi orang, terutama di Amerika, tidak begitu sependapat untuk memakai kata ini dalam bidang ilmu yang hanya mempelajari ilmu bumi saja dan lebih erat hubungannya dengan geologi. Mereka lebih cenderung untuk memakai kata geomorfologi.

Featured post

Bio Mining Masa Depan Tambang Hijau

Kondisi Penambangan saat ini ( sumber ) Pada saat ini penambangan sumber daya alam selalu bertentangan dengan lingkungan alam. Penamb...