Stratigrafi di daerah ini juga terdiri
dari siklus transgresi dan regresi. Di sini fasa regresi jauh lebih
mendominasi. Cekungan ini dimulai Tersier Tua, mungkin Eosen, dengan suatu
transgresi yang segera diikuti oleh regresi yang mengisi cekungan ini pada
seluruh Tersier dan Kuarter. Data stratigrafi menunjukkan bahwa cekungan diisi
dari barat ke timur secara progradasi dengan sumbu ketebalan sedimen maximum,
diendapkan pada setiap jenjang Tersier yang bergeser secara progresif ke arah
timur menumpang di atas sedimen laut dalam yang tipis dari Selat Makasar.
Artikel Tentang Dunia Geologi, Eksplorasi, Energi, dan Sumberdaya Alam
Labels
Fisiografi Pulau Papua
Pualu papua memiliki bentuk yang menarik, dilihat dari bentuknya pualu Papua diibaratkat berbentuk seperti brunung. Pulau Papua (New Guinea
Island) berada pada posisi 130O19’BT – 150O48’BT dan 00O19’LS – 10O 43’LS. Pulau tersebut
memiliki panjang sekitar 2400 km dan lebar sekitar 660 km. Secara umum Fisiografi Pulau Papua dibagi menjadi 3 bagian yaitu (Van, Bemmelen (1949) :
Fisiografi Pulau Sumatra
Fisografi
Regional
Secarah umum Fisiografi Pulau Sumatra dibagi menjadi
beberapa bagian antara lain :
Potensi Asbes Di Indonesia
1. Pendahuluan
Asbes merupakan mineral yang terdapat di alam. Asbes adalah istilah umum dari serat mineral yang terdapat di alam dan terdiri dari berberapa jenis seperti amosit, krosidolit, tremolit, antofilit, amfibol dan krisofil. Endapan asbes di Indonesia terdapat di beberapa lokasi, dan untuk pengembanganya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Mengingat hal tersebut, diperlukan informasi yang lengkap mengenai asbes di Indonesia. Kegunaan Asbes antara lain sebagai bahan baku industri, seperti industri barang dari karet, industri bahan bangunan, industri perlengkapan dan komponen kendaraan roda empat. Kebutuhan asebes sebagai bahan baku itu semakin meningkat dan diperlukan pengolahan asbes di Indonesia.2. Kondisi Geologi Pembentukan Asbes
Asbes merupakan salah satu hasil dari transformasi batuan atau mineral lainnya. Ganesa asbes terbentuk kemungkinan lebih dari satu juta tahun yang lalu sehingga perlu dibedakan antara proses transformasi dengan kegiatan produksi asbes.Variasi dari formasi asbes tidak terbentuk secara keseluruhan tetapi bersifat relatif dan saling mempengaruhi. Hal ini disebabkan antara lain oleh pergerakan tektonik lokal dan kondisi geologi, keadaan permukaan , rekahan, tekanan, keadaan temperatur, dan faktor intrusi lainnya. Proses transformasi membedakan dua kelompok asbes yaitu proses transformasi metamorfik serpentit dan jenis amfibol. Proses metamorfosa ini memperkaya material dengan SiO2.
Mineralogi
Asbes adalah istilah pasar untuk bermacam macam mineral yang dapat dipisah - pisahkan , sehingga menjadi serabut yang fleksibel. Berdasarkan komposisi mineralnya asbes dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu :
- Golongan Amfibol yaitu mineral Aktinolit, antofilit, amosit , tremolit, dan krosidolit.
- Golongan serpentinit yaitu minerla krisotil yang merupakan hidroksida dari magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11)H20.
Walaupun sudah jelas mineral asbes terdiri dari silikat kompleks tetapi sebenarnya silikat itu berasal dari molekul molekul Si4O11.
Beberapa komposisi mineral asbes adalah sebagai berikut :
Antofilit yaitu amfibol ortorombik dengan komposisi mineral (MgFe)II7(OH)2(SiO11)2.
Termolit komposisi mineralnya Ca2Mg5(OH)2(Si4O11)2.
Amosit adalah antofilit yang kaya akan besi atau feroantofilit dengan komposisi MgAlFe3(II)Fe(III)(OH)2(Si4O11)2.
Krosidolit disebut juga blue asbestos karena warna birunya termasuk dalam mineral Riebeckite yaitu suatu amfibol berbentuk monoklin. Komposisi kimianya Na2MgFe5(II)(OH)2 (SiO11)2.
aktinolit yaitu bila oksida datang menggantikan magnesium dari tremolit. Komposisi mineralnya C2(Mg,Fe)5 (OH) 2 (SiO11)2
Geologi Pulau Sumba
Pendahuluan
Pulau Sumba memiliki posisi yang khas terkait dengan busur Sunda-Banda
yang merepresentasikan sebuah potongan terisolasi dari kerak benua terhadap
busur kepulauan vulkanik aktif (Sumbawa, Flores) dalam cekungan muka busur,
terletak di bagian utara pada transisi antara Palung Jawa (bidang subduksi)
dengan Timor Trough (bidang kolisi).
Hal tersebut tidak menunjukkan efek kompresi kuat, berbeda dengan pulau-pulau
sistem busur sebelah luar (Savu, Roti, Timor), sedangkan unit magmatik menjadi
bagian yang substansial pada stratigrafi Kapur Akhir hingga Paleogen.
Secara batimetri, Sumba merupakan punggungan yang memisahkan cekungan muka
busur Savu (kedalaman > 3000 m) di timur dan cekungan muka busur Lombok
(kedalaman > 4000 m) di barat. Studi seismik refraksi menunjukkan (Barber et
al., 1981) bahwa Sumba merupakan kerak benua dengan tebal 24 km (Chamalaun et
al., 1981). Berdasrkan studi tektonik yang dilengkapi data paleomagnetik dan
geokimia, beberapa ahli menganggap Sumba merupakan mikrokontinen atau fragmen
kontinen (Hamilton, 1979; Chamalaun dan Sunata, 1982; Wensink, 1994, 1997;
Vroon et al., 1996; Soeria-Atmadja et al., 1998).
Tiga model geodinamik untuk Sumba telah dikemukakan oleh Chamalaun et
al. (1982) dan Wensink (1994) yaitu sebagai berikut: (1) Semula Sumba merupakan
bagian dari Kontinen Australia yang telah terpisah ketika cekungan Wharton
telah terbentuk, terapung dan bergerak ke arah utara kemudian terperangkap di
belakang Palung Jawa bagian timur (Audley-Charles, 1975; Otofuji et al., 1981);
(2) Sumba pernah menjadi bagian dari Paparan Sunda yang kemudian terapung dan
bergerak ke arah selatan selama pembukaan Cekungan Flores (Hamilton, 1979; Von
der Borch et al., 1983; Rangin et al., 1990); dan (3) Sumba merupakan salah
satu mikrokontinen atau bagian dari kontinen yang lebih besar di dalam Tethys,
yang kemudian terfragmentasi (Chamalaun dan Sunata, 1982).
Gas CBM pertama indonesia siap untuk diproduksi
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan
Gas Bumi (SKK Migas) Hadi Prasetyo mengatakan hari rabu, Virginia
Indonesia Co. (VICO) yang mengoperasikan blok Sanga-Sanga, akan
menyuplai CBM pembangkit listrik tenaga gas di Sangatta, Kalimantan
TImur.
Pembangkit Listrik Sangatta dimiliki oleh PLN. Pembangunannya selesai akhir tahun 2012.
VICO, joint venture antara perusahaan besar Inggris dan Italia, BP dan ENI, akan menyuplai setengah juta Standar Kaki Kubik per Hari (mmscfd) CBM dari 15 sumur di blok Sanga-Sanga.
Pembangkit listrik tersebut mampu menghasilkan listrik antara 2-4 megawatts.
"Pembangkit listrik tenaga CBM akan menyediakan listrik bagi sekitar 4000 rumah tangga di wilayah sekitarnya." menurut Hadi saat rapat antara regulator dan eksekutif VICO Indonesia di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pembangkit Listrik Sangatta dimiliki oleh PLN. Pembangunannya selesai akhir tahun 2012.
VICO, joint venture antara perusahaan besar Inggris dan Italia, BP dan ENI, akan menyuplai setengah juta Standar Kaki Kubik per Hari (mmscfd) CBM dari 15 sumur di blok Sanga-Sanga.
Pembangkit listrik tersebut mampu menghasilkan listrik antara 2-4 megawatts.
"Pembangkit listrik tenaga CBM akan menyediakan listrik bagi sekitar 4000 rumah tangga di wilayah sekitarnya." menurut Hadi saat rapat antara regulator dan eksekutif VICO Indonesia di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sejarah Tektonik Sundaland
Sundaland merupakan
istilah geologi untuk menyebut daerah di semenanjung asia tenggara meliputi
semenanjung Malaka, Pulau Kalimantan, Pulau Sumatra, dan Pulau Jawa. Istilah
sundaland ini juga dikenal sebagai sunda shelf (Paparan Sunda) (gambar 1).
Fisiografi Pulau Halmahera, Maluku Utara
Geologi
daerah Pulau Halmahera dibagi menjadi dua mendala yaitu mendala geologi dan mendala
fisiografi. Berdasarkan Peta Geologi lembar Ternate, Maluku Utara yang
diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung, fisiografi
Pulau Halmahera dibagi menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu Mendala Halmahera
Timur, Halmahera barat, dan Busur Kepulauan Gunung Api Kuarter.
Jawa Timur Butuh Jurusan Kebumian Di Perguruan Tinggi
Propinsi Jawa Timur memiliki potensi kebumian yang cukup menarik . Potensi kebumian ini harusnya dapat lebih dikembangkan melalui riset dan teknologi yang terbaru. Sayangnya keberadaan jurusan kebumian sangat langka di perguruan tinggi jawa timur.
Shale Gas Sebagai Energi Murah Masa Depan
Saat ini dunia semakin membutuhkan energi sebagai penggerak kehidupan. Saat ini hampir semua kegitan manusia memerlukan energi sebagai penggerak. Sebagian besar saat ini energi yang digunakan berasal dari conventional energy. Conventional energy ini berasal dari energi fosil Minyak , Gas dan Batubara. Sebagian besar minyak dan gas tersimpan di dalam batuan yang dinakaman reservoir. reservoir ini biasanya berupa batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang besar salah satu contohnya yaitu batupasir dan batugamping. Seiring dengan berkurangnya penemuan minyak dan gas di batuan reservoir, ilmuan mencari alternatif lainya salah satunya yaitu shale gas.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Featured post
Bio Mining Masa Depan Tambang Hijau
Kondisi Penambangan saat ini ( sumber ) Pada saat ini penambangan sumber daya alam selalu bertentangan dengan lingkungan alam. Penamb...
loading..

