Shale Gas Sebagai Energi Murah Masa Depan

Saat ini dunia semakin membutuhkan energi sebagai penggerak kehidupan.   Saat ini hampir semua kegitan manusia memerlukan energi sebagai penggerak. Sebagian besar saat ini energi yang digunakan berasal dari conventional energy. Conventional energy ini berasal dari energi fosil Minyak , Gas dan Batubara. Sebagian besar minyak dan gas tersimpan di dalam batuan yang dinakaman reservoir. reservoir ini biasanya berupa batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang besar salah satu contohnya yaitu batupasir dan batugamping. Seiring dengan berkurangnya penemuan minyak dan gas di batuan reservoir, ilmuan mencari alternatif lainya salah satunya yaitu shale gas. 

Pemanfaatan Energi Geothermal Secara Langsung

Energi Geotermal / Panas Bumi seingkali kita kethuai dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Pemanfaatan ini dikenal sebagai pemanfatan secara tidak langsung karena media panas ini digunakan untuk merubah air sebagai uap panas kemudian uap panas ini digunakan untuk menggerakkan turbin generator listrik.

Ketahanan Energi

Ketika dunia semakin membutuhkan energi fosil (minyak , batubara dan , gas) harga energi ini semakin meningkat. Peningkatan ekonomi negara maju dan berkembang semakin membutuhkan energi yang banyak. Ketahanan terhadap energi ini sangat dibutuhkan negara - negara industri seperti amerika, eropa ,jepang dan korea

Struktur Batuan Sedimen

STRUKTUR BATUAN SEDIMEN


Struktur sedimen termasuk ke dalam struktur primer yaitu struktur yang terbentuk pada saat pembentukan batuan (pada saat sedimentasi).

Melihat Potensi Sumberdaya Alam Geologi Malang Raya

Daerah Malang Raya dibagi atas 3 administratif daerah yaitu : Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Administratif Batu. Daerah Malang sudah lama dikenal sebagai penghasil berbagai perkebunan bagi belanda. Selain perkebunan dan pertanian daerah malang dikenal juga sebagai penghasil perternakan.Sebagian besar daerah malang ditutupi oleh endapan kuarter Gunung api Semeru Bromo dan Arjuna Welirang. Selain endapan kuarter gunung api daerah malang juga ditutupi endapan sedimen dan batuan vulkanik Tersier di bagian selatan dan dikenal dengan old andesit formation. Endapan Gunung api kuarter dan endapan vulkanik tersier ini mengakibatkan daerah malang terkenal subur. Sehingga cocok sebagai perkebunan dan persawahan.Selain sebagai perkebunan dan persawahan daerah Malang juga memiliki sumberdaya Geologi  antara lain :

Tekstur Batuan Sedimen

Tekstur Batuan Sedimen

Secara umum tekstur adalah aspek batuan yang dipengaruhi oleh ukuran,bentuk, dan keteraturan dari butirannya, sedangkan kemas asalah komponen tekstur yang merupakan hubungan ukuran dan bentuk dari butir .

Unsur - unsur tekstur batuan sedimen antara lain :

Besar Butir (Grain Size)

Skala Besar Butir (Wentworth)
Besar butir adalah unsur utama dari tekstur batuan sedimen klastik, yang berhubungan dengan tingkat energi pada saat transportasi dan pengendapan. Klasifikasi besar butir yang sering dipakai dengan menggunakan skala Wentworth. Klasifikasi besar butir ini sangat penting karena dipakai sebagai salah satu penamaan batuan sedimen.

Geologi Struktur Daerah Jawa


     Geologi Struktur Daerah Jawa 

Perkembangan tektonik pulau Jawa dapat dipelajari dari pola-pola struktur geologi dari waktu ke waktu. Struktur geologi yang ada di pulau Jawa memiliki pola-pola yang teratur.

Stratigrafi Zona Rembang


2.2.3        Stratigrafi Zona Rembang

Pada Zona Rembang ini singkapan yang tersingkap sangat sedikit dan berdasarkan pada laporan yang dipublikasi tentang data bawah permukaan ( Kadar dkk., 1992 ; Kadar dan Sudijono , 1984 ; Nawawi dkk., 1996 ; Sharaf dkk., 2005 dalam Smyth dkk., 2005). Stratigrafi Zona Rembang ini terbagi menjadi 3 sistem (Gambar 6) yaitu:

Stratigrafi Zona Kendeng


 Stratigrafi Zona Kendeng

            Zona Kendeng terdiri dari lebih dari 8000 meter sedimen (de Genevraye dan Samuel , 1972 dalam Smyth dkk. (2005)). Pada bagian utara Zona Kendeng ini terdapat lipatan dan dorongan yang besar sehingga  terbentuk depresi. Pada zona ini jarang ditemukan adanya singkapan. Pada Zona Kendeng ini Stratigrafinya dibagi atas 3 (Gambar 1) (Smyth dkk., 2005) yaitu :

Pengendapan Sedimentasi Aluvial Fan

Bentuk Endapan aluvial fan
  
 Bentuknya menyerupai onggokan atau seperti kipas, terbentuk pada daerah lereng dari daerah pegunungan atau sepanjang patahan. Merupakan tipikal dari daerah yang agak kering dan sedikit vegetasi, sehingga jika terjadi banjir akan mengalami longsor atau menjadi aliran lumpur dan kemudian diendapkan pada kipas tersebut melalui kombinasi antara gravitasi dan kepekatannya.

              Litologi

Umumnya merupakan klastik kasar yang diwakili oleh konglomerat dan breksi serta jarang terdapat batupasir dan batulanau. Secara fisik dan kimiawi, endapannya masih belum dewasa. Mineraloginya masih mirip dengan batuan sumbernya. Kemungkinan berwarna merah.

              Geometri

Berbentuk onggokan atau berbentuk kipas. Dapat juga berbentuk lonjong karena terjadi pertemuan atau penumpukkan beberapa kipas tersebut. Dapat dikenali pada seismik dengan bentukan drape.

              Struktur Sedimen

Memiliki siklus menghalus keatas dan mengerosi lapisan bawahnya, mungkin saja muncul crossbedding. Umumnya struktur sedimen yang ada berupa chaotic.

              Arah Arus Purba

Pada beberapa lokasi akan ada beberapa variasi kemiringan lapisan yang akan memperlihatkan lereng purba (paleoslope) sepanjang bagian atas dari lapisan fan ini. Perbandingan kemiringan pada beberapa lokasi ini akan memperlihatkan pola yang cukup jelas.

              Fosil

Umumnya tidak terdapat fosil pada lingkungan ini, kecuali fragmen tumbuhan yang pada beberapa tempat akan terakumulasi cukup banyak. Meski demikian dapat ditemukan pula rombakan dari fosil yang lebih tua akibat dari debris.

              Respon dari electric log

Mineraloginya akan memberikan respon yang mirip dan susah dibedakan dari sumber sedimennya. Porositas umumnya rendah karena pemilahannya buruk.
 

Endapan aluvial fan di Death Valley, CA

 Gambar di atas merupakan endapan aluvial fan di Death Valley, CA-. Endapan ini mencerminkan topografi yang dangkal, di mana konglomerat tertimpa aliran piroklastik (warna putih).

 Referensi

  Principles of  Stratigraphy and Sedimentology.
 Koesoemadinata, R.P. 1985. Prinsip-Prinsip Sedimentasi. Bandung : ITB
 Walker. 1982. Facies Models.
 



Featured post

Bio Mining Masa Depan Tambang Hijau

Kondisi Penambangan saat ini ( sumber ) Pada saat ini penambangan sumber daya alam selalu bertentangan dengan lingkungan alam. Penamb...