Energi Geotermal / Panas Bumi seingkali kita kethuai dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Pemanfaatan ini dikenal sebagai pemanfatan secara tidak langsung karena media panas ini digunakan untuk merubah air sebagai uap panas kemudian uap panas ini digunakan untuk menggerakkan turbin generator listrik.
Artikel Tentang Dunia Geologi, Eksplorasi, Energi, dan Sumberdaya Alam
Labels
Ketahanan Energi
Ketika dunia semakin membutuhkan energi fosil (minyak , batubara dan , gas) harga energi ini semakin meningkat. Peningkatan ekonomi negara maju dan berkembang semakin membutuhkan energi yang banyak. Ketahanan terhadap energi ini sangat dibutuhkan negara - negara industri seperti amerika, eropa ,jepang dan korea
Struktur Batuan Sedimen
STRUKTUR BATUAN SEDIMEN
Struktur sedimen termasuk ke
dalam struktur primer yaitu struktur yang terbentuk pada saat pembentukan
batuan (pada saat sedimentasi).
Melihat Potensi Sumberdaya Alam Geologi Malang Raya
Daerah Malang Raya dibagi atas 3 administratif daerah yaitu : Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Administratif Batu. Daerah Malang sudah lama dikenal sebagai penghasil berbagai perkebunan bagi belanda. Selain perkebunan dan pertanian daerah malang dikenal juga sebagai penghasil perternakan.Sebagian besar daerah malang ditutupi oleh endapan kuarter Gunung api Semeru Bromo dan Arjuna Welirang. Selain endapan kuarter gunung api daerah malang juga ditutupi endapan sedimen dan batuan vulkanik Tersier di bagian selatan dan dikenal dengan old andesit formation. Endapan Gunung api kuarter dan endapan vulkanik tersier ini mengakibatkan daerah malang terkenal subur. Sehingga cocok sebagai perkebunan dan persawahan.Selain sebagai perkebunan dan persawahan daerah Malang juga memiliki sumberdaya Geologi antara lain :
Tekstur Batuan Sedimen
Tekstur Batuan
Sedimen
Secara umum
tekstur adalah aspek batuan yang dipengaruhi oleh ukuran,bentuk, dan
keteraturan dari butirannya, sedangkan kemas asalah komponen tekstur yang
merupakan hubungan ukuran dan bentuk dari butir .
Unsur - unsur
tekstur batuan sedimen antara lain :
Besar Butir
(Grain Size)
![]() |
| Skala Besar Butir (Wentworth) |
Besar butir
adalah unsur utama dari tekstur batuan sedimen klastik, yang berhubungan dengan
tingkat energi pada saat transportasi dan pengendapan. Klasifikasi besar butir
yang sering dipakai dengan menggunakan skala Wentworth. Klasifikasi besar butir
ini sangat penting karena dipakai sebagai salah satu penamaan batuan sedimen.
Geologi Struktur Daerah Jawa
Geologi
Struktur Daerah Jawa
Perkembangan
tektonik pulau Jawa dapat dipelajari dari pola-pola struktur geologi dari waktu
ke waktu. Struktur geologi yang ada di pulau Jawa memiliki pola-pola yang
teratur.
Stratigrafi Zona Rembang
2.2.3
Stratigrafi Zona Rembang
Pada
Zona Rembang ini singkapan yang tersingkap sangat sedikit dan berdasarkan pada
laporan yang dipublikasi tentang data bawah permukaan ( Kadar dkk., 1992 ;
Kadar dan Sudijono , 1984 ; Nawawi dkk., 1996 ; Sharaf dkk., 2005 dalam Smyth
dkk., 2005). Stratigrafi Zona Rembang ini terbagi menjadi 3 sistem (Gambar 6)
yaitu:
Stratigrafi Zona Kendeng
Stratigrafi Zona Kendeng
Zona Kendeng terdiri dari lebih dari 8000 meter sedimen
(de Genevraye dan Samuel , 1972 dalam Smyth dkk. (2005)). Pada bagian utara
Zona Kendeng ini terdapat lipatan dan dorongan yang besar sehingga terbentuk depresi. Pada zona ini jarang
ditemukan adanya singkapan. Pada Zona Kendeng ini Stratigrafinya dibagi atas 3
(Gambar 1) (Smyth dkk., 2005) yaitu :
Pengendapan Sedimentasi Aluvial Fan
![]() |
| Bentuk Endapan aluvial fan |
Bentuknya menyerupai
onggokan atau seperti kipas, terbentuk pada daerah lereng dari daerah
pegunungan atau sepanjang patahan. Merupakan tipikal dari daerah yang agak
kering dan sedikit vegetasi, sehingga jika terjadi banjir akan mengalami
longsor atau menjadi aliran lumpur dan kemudian diendapkan pada kipas tersebut
melalui kombinasi antara gravitasi dan kepekatannya.
•
Litologi
Umumnya merupakan klastik kasar yang diwakili oleh konglomerat dan
breksi serta jarang terdapat batupasir dan batulanau. Secara fisik dan kimiawi,
endapannya masih belum dewasa. Mineraloginya masih mirip dengan batuan
sumbernya. Kemungkinan berwarna merah.
•
Geometri
Berbentuk onggokan atau berbentuk kipas. Dapat juga berbentuk lonjong
karena terjadi pertemuan atau penumpukkan beberapa kipas tersebut. Dapat
dikenali pada seismik dengan bentukan drape.
•
Struktur Sedimen
Memiliki siklus menghalus
keatas dan mengerosi lapisan bawahnya, mungkin saja muncul crossbedding.
Umumnya struktur sedimen yang ada berupa chaotic.
•
Arah Arus Purba
Pada beberapa lokasi akan
ada beberapa variasi kemiringan lapisan yang akan memperlihatkan lereng purba
(paleoslope) sepanjang bagian atas dari lapisan fan ini. Perbandingan kemiringan pada
beberapa lokasi ini akan memperlihatkan pola yang cukup jelas.
•
Fosil
Umumnya tidak terdapat fosil
pada lingkungan ini, kecuali fragmen tumbuhan yang pada beberapa tempat akan
terakumulasi cukup banyak. Meski demikian dapat ditemukan pula rombakan dari
fosil yang lebih tua akibat dari debris.
•
Respon dari electric log
Mineraloginya akan memberikan respon yang mirip dan susah dibedakan
dari sumber sedimennya. Porositas umumnya rendah karena
pemilahannya buruk.
![]() |
| Endapan aluvial fan di Death Valley, CA |
Gambar di atas merupakan endapan aluvial fan di Death Valley, CA-.
Endapan ini mencerminkan topografi yang dangkal, di mana konglomerat tertimpa
aliran piroklastik (warna putih).
Referensi
Principles of Stratigraphy and Sedimentology.
Koesoemadinata,
R.P. 1985. Prinsip-Prinsip Sedimentasi. Bandung : ITB
Walker.
1982. Facies Models.
Konsep Eksplorasi
Sebagai suatu industri yang padat
modal, padat teknologi, dan padat sumberdaya, serta mengandung resiko yang
tinggi, maka industri pertambangan menjadi hal yang sangat unik dan membutuhkan
usaha yang lebih untuk dapat menghasilkan sesuatu yang positif dan
menguntungkan. Banyaknya disiplin ilmu dan teknologi yang terlibat di dalam
industri ini mulai dari geologi, eksplorasi, pertambangan, metalurgi, mekanik
dan elektrik, lingkungan, ekonomi, hukum, manajemen, keuangan, sosial budaya,
dan komunikasi, sehingga menjadikan industri ini cukup kompleks.
Karena yang menjadi dasar dalam
perencanaan aktivitas pada industri pertambangan adalah tingkat kepastian dari
penyebaran endapan, geometri badan bijih (endapan), jumlah cadangan, serta
kualitas, maka peranan ilmu eksplorasi menjadi hal yang sangat penting sebagai
awal dari seluruh rangkaian perkerjaan dalam industri pertambangan.
Agar kegiatan eksplorasi dapat
terencana, terprogram, dan efisien, maka dibutuhkan pengelolaan kegiatan
eksplorasi yang baik dan terstruktur. Untuk itu dibutuhkan pemahaman konsep
eksplorasi yang tepat dan terarah oleh para pelaku kegiatan eksplorasi,
khususnya yang meliputi disiplin ilmu geologi dan eksplorasi tambang.
Kalau kegiatan eksplorasi menjanjikan
adanya suatu harapan bagi pelaku bisnis pertambangan, barulah kegiatan industri
pertambangan dapat dilaksanakan. Kegiatan eksplorasi dilakukan karena ada
tujuan (goal) yang diharapkan oleh
badan/pihak perencana eksplorasi tersebut.
Sebagai contoh :
q
Pada badan pemerintah, dengan tujuan pengembangan wilayah
(daerah), maka kegiatan eksplorasi diarahkan untuk pendataan potensi sumberdaya
bahan galian, sehingga kegiatan eksplorasi tersebut lebih bersifat
inventarisasi sumberdaya mineral.
q
Pada perusahaan eksplorasi, dengan tujuan pengembangan
potensi mineral tertentu, maka kegiatan eksplorasi diarahkan untuk dapat
mengumpulkan data endapan tersebut selengkap-lengkapnya, sehingga data endapan
yang dihasilkan mempunyai nilai yang dapat dianggunkan atau dijual kepada pihak
lain (junior company).
q
Pada perusahaan pertambangan, dengan tujuan pengembangan dan
penambangan mineral tertentu, maka kegiatan eksplorasi diarahkan untuk dapat
mengumpulkan data endapan tersebut untuk mendapatkan nilai ekonominya sehingga
layak untuk ditambang dan dipasarkan sebagai komoditi tambang.
Secara umum, dalam industri
pertambangan kegiatan eksplorasi ditujukan sebagai berikut :
q
mencari dan menemukan cadangan bahan galian baru,
q
mengendalikan (menambah) pengembalian investasi yang ditanam,
sehingga pada suatu saat dapat memberikan keuntungan yang ekonomis (layak),
q
mengendalikan (penambahan/pengurangan) jumlah cadangan,
dimana cadangan merupakan dasar dari aktivitas penambangan,
q
mengendalikan atau memenuhi kebutuhan pasar atau industri,
q
diversifikasi sumberdaya alam,
q
mengontrol sumber-sumber bahan baku sehingga dapat
berkompetisi dalam persaingan pasar.
Dilihat dari pentingnya hal tersebut di
atas, terdapat 5 (lima) hal penting yang harus diperhatikan, yaitu :
q
Pemahaman filosofi eksplorasi dan cebakan bahan galian
q
Pengetahuan (dasar ilmu dan teknologi) yang terkait dalam
pekerjaan eksplorasi,
q
Pemahaman konsep dan metode eksplorasi,
q
Prinsip dasar dan penerapan metode (teknologi) eksplorasi,
q
Pengambilan keputusan pada setiap tahapan eksplorasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Featured post
Bio Mining Masa Depan Tambang Hijau
Kondisi Penambangan saat ini ( sumber ) Pada saat ini penambangan sumber daya alam selalu bertentangan dengan lingkungan alam. Penamb...
loading..


